Digital Magazine
  Pelatihan Internet Guru SD
  City Branding
  Creative Education
  Pengelolaan PKL

            Pada era otonomi daerah dewasa ini penataan percitraan sebuah kota menjadi sangat penting. Citra Kota (City Branding) akan menjadi dasar dan peluang pengembangan  kota di masa depan. Pengembangan Citra Kota menjadi langkah awal untuk mengarahkan Kota tersebut di masa depan. Maka, disinilah pentingnya merencanakan City Branding bagi setiap Kabupaten/Kota.
            Beberapa Kabupaten/Kota telah memulai untuk membangun City Branding dalam rangka menegaskan jati diri kota itu. Sejauh ini di Indonesia sudah ada beberapa yang dianggap berhasil dan sebagian besar  tampaknya masih perlu ditingkatkan, dibangun bahkan diperjuangkan. Dalam rangka mengembangkan City Branding beberapa daerah telah melakukan berbagai langkah. Misalnya seperti menyesuaikan Visi dan Misi Daerah. Dalam konteks penyesuaian visi dan misi itu, Kota selain mempertimbangka potensi yang ada, harus menyesuaikan keinginan para pemangku kepentingan (stakeholder) dalam menatap masa depan kota mereka.  Ini penting karena partisipasi pemangku kepentingan akan sangat menentukan keberlangsungan sebuah branding yang akan dimaui di masa kini dan masa datang.

            Visi dan Misi Kota pada era Otonomi Daerah telah banyak melahirkan praktek-praktek terbaik (best practices) dalam mengelola pembangunan di daerah. Sebagai sebuah contoh, Kab Sragen mengubah visi Kabupatennya pada tahun 2007 menjadi Sragen Cerdas (Smart). Ini didasarkan atas keberhasilan Kabupaten ini mendapatkan penghargaan dalam pengelolaan daerah, antara lain dalam bidang Kantor Pelayanan Terpadu (KPT), komoditi pertanian anorganik, teknologi informasi pada sektor publik. Demikian juga Kota Solo, yang dahulu pada awal kepemimpinan Wali Kota Ir. Joko Widodo menggunakan visi “Berseri Tanpa Korupsi”, maka pada akhir-akhir ini telah mengubah visinya menjadi “Solo Kreatif Solo Sejahtera”. Penetapan visi ini  berbarengan dengan  tekad Kota Solo menjadi kota MICE (Meeting, Intensive, Conference, Exhibition), seperti telah dibuktikan dengan penyelenggaran berbagai event international dewasa ini. Seperti Solo International Etnic Music (SIEM) 2, Solo Heritage City International Conference (SHCIC), Solo Batik Carnival (SBC) 2, World Herritage Conference (WHC) dll.